Pelarian Terhormat Perawat Indonesia

Perawat Indonesia - Ontamedis, Dua tiga bulan mendatang musim wisuda mulai marak. Ribuan calon alumni sudah memiliki rencana matang, tentang apa yang bakal dikerjakan. Puluhan ribu lainnya tidak tahu, harus dikemanakan nasib ini.

Yang sudah memiliki rencana matang di antaranya adalah melanjutkan kuliah lagi. Tidak peduli apakah linear atau tidak. Sesuai dengan jurusan dan peminatan atau tidak, bukan persoalan. Yang penting ada kegiatan. Misalnya, lulus Sarjana Keperawatan ambil manajemen. Lulus Diploma 3 keperawatan, lari ke ekonomi.
Pelarian Terhormat Perawat Indonesia
Siapa Saya?

Bagi yang memiliki rencana kerja, sangat beruntung. Entah sudah ada koneksi, perusahaan keluarga, atau sudah dikontrak dari awal. Beberapa kampus sangat beruntung sudah memperoleh job order dari beberapa institusi yang memesan alumninya. Kampus-kampus ini umumnya sudah punya nama. Jadi, alumni tidak perlu repot. Kecuali ingin cari peluang yang beda.

Sementara puluhan ribu calon perawat lainnya, masih bengong, mencari-cari, apa yang harus dikerjakan. Sesudah wisuda, sambil nunggu datangnya Uji Kompetensi (Ukom) boleh jadi, mereka tidak tahu bagaimana mengisi waktunya. Atau, sudah lolos Ukom, tetapi belum tahu, bagaimana memanfaatkan waktu agar bermanfaat.

Beberapa kegiatan di bawah ini, dijadikan pelarian terhormat para alumni yang tidak tahu harus ke mana:
1. Mengikuti kegiatan seminar atau workshop
2. Join dengan eneka pelatihan
3. Magang
4. Mengadu nasib dengan jualan online
5. Membantu bisnis orangtua
6. Mondok di Pesantren
7. Kuliah lagi dengan jurusan ‘asal masuk’
8. Jadi tenaga honor, asal berpakaian coklat
9. Kursus bahasa inggris
10. Gabung dengan praktik mandiri

Apakah ada yang salah?
Tidak ada!

Hidup adalah pilihan dan setiap aktivitas fisik serta psikis itu sehat. Yang kurang tepat adalah, jika waktunya tidak dimanfaatkan dengan benar. Makan- tidur-keluyuran tanpa arah, ini yang harus dihindarkan.

Mana tempat pelarian terhormat yang terbaik? Juga tidak ada. Setiap individu memiliki level kepuasan yang berbeda dan relative. Yang penting dia bisa, suka dan nyaman dibuatnya. Inilah sebenarnya hakekat kehidupan yang yang dicari oleh setiap orang.

Lulus pendidikan keperawatan, mau jadi perawat atau tidak, adalah hak prerogative individual. Tidak ada satupun pihak yang punya kuasa untuk memaksakan. Kebahagiaan hidup anda juga tidak terletak pada orang yang memandang. Melainkan ada dalam hati dan fikiran yang melakoni kehidupan. Ayoo temukan passion anda sendiri dan jadilah perawat yang menginspirasi !!!


Ditulis oleh : Syaifoel Hardy
Di : Malang, 22 April 2017

Fahrinheit
Fahrinheit

"Seorang Mantri Keliling yang bekerja sebagai Blogger Paruh Waktu."

0 Response to "Pelarian Terhormat Perawat Indonesia"

Post a Comment