Zuster & Bruder, Sejarah Panggilan Suster Pada Perawat


Kalau dengar Zuster atau Suster itu pasti kalian udah ga asing kan???

Karena kalau di Rumah Sakit itu panggilan yang sangat populer, baik untuk civitas Rumah Sakit ataupun Pasien dan keluarga.

Sampai Perawat laki-laki pun tidak jarang dipanggil Suster hihiii

Oiyaa masih sangat jarang nih yang tau kalau perawat laki-laki pun punya panggilan.

“Bruder” yaa ini panggilan untuk perawat laki-laki

Tau gimana sejarah nya kenapa dipanggil nya bruder???
Ooo kaya bahasa inggris ya kan laki-laki itu dipanggil nya “Brother”

Masih sayangnya kurang tepat guysss, yuk kita review sejarah nya
Di Indonesia kita sering mendengar kata suster buat memanggil perawat perempuan.

Lalu bagaimana halnya dengan bruder? Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia bruder berasal dari Bahasa Belanda yaitu broeder yang artinya adalah saudara laki-laki;biarawan laki-laki.

Nah lohhh disana tidak di singgung sama sekali mengenai perawat, jadi darimana kemudian orang-orang memanggil bruder untuk perawat laki-laki???

Setelah dicari tau di Kamus Bahasa Belanda kata Broeders/Bruder tertuliskan “Broeders en Zusters”

Naaah sudah jelas disitu bahwa kata Broeders berdampingan dengan kata Zuster.

Sekarang kita cari arti kata Zuster dulu yaa…

Sebenarnya apa itu Zuster/Suster?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, suster berasal dari Bahasa Belanda “Zuster” yang diartikan sebagai wanita yang menjadi anggota kerohanian yang hidup dalam biara; juru rawat wanita dan perawat.

Di Indonesia,kata “suster” atau sering dituliskan dengan “Zuster” dan disingkat dengan “Zr” berawal dari kedatangan para misionaris

Belanda ke Indonesia. Mereka kemudian membangun gereja-gereja, terutama Gereja Katolik yang di dalamnya terdapat pastor dan biarawati yang mengabdikan dirinya.

Banyak wanita yang merasa dirinya terpanggil untuk melakukan pekerjaan merawat sebagai pernyataan kasih terhadap sesama yang menderita, kemudian masuk menjadi biarawati.

Pada masa dahulu, biarawati Belanda sering dipanggil dengan sebutan “Zuster” atau saudara perempuan/wanita.

Banyak biarawati pada zaman Belanda tersebut yang bertugas rangkap sebagai perawat Rumah Sakit, karena kebanyakan RS-RS kita zaman dahulu didirikan oleh pihak misionaris Belanda (Oiyaa perawat di Rumah Sakit  Belanda sendiri disebut dengan “Verpleegster” bukan “Zuster” seperti di Indonesia).

Memang selain di rumah sakit, sapaan perawat juga akrab didengar di Biara, tapi disisi lain Suster juga diartikan sebagai juru rawat wanita, jadi tidak ada salahnya kita memanggil perawat perawat perempuan dengan panggilan Suster. 

Itulah yang menyebabkan mengapa sebutan “Suster” sangat melekat erat pada perawat Rumah Sakit di Indonesia, dimana penampilan perawat sampai sekarang mirip dengan biarawati, yang kebanyakan mengenakan seragam putih-putih dengan tutup kepala (cap) di atasnya. Meskipun saat ini telah terjadi pergeseran bahwa seragam perawat bisa beraneka warna seprti pink, biru, hijau, dan banyak juga wanita muslim tidak lagi memakai cap (baca; kap) tetapi menggantinya dengan kerudung/jilbab.
Naaah jdi itu singkat sejarah nya Sist n Broo

Yuk mulai sekarang panggil rekan kita dengan sebutan Zuster & Bruder. Terutama Bruder supaya masyarakat ga asing lagi dengan sebutan Bruder. 😃

Ditulis oleh : Rima Nurmala

Fahrinheit
Fahrinheit

"Seorang Mantri Keliling yang bekerja sebagai Blogger Paruh Waktu."

0 Response to "Zuster & Bruder, Sejarah Panggilan Suster Pada Perawat"

Post a Comment