Mungkin hampir semua orang mengetahui akan adanya
kasus vaksin palsu yang sedang terjadi di Indonesia. Terkait dengan adanya
kasus ini sebagian malah membuat stigma buruk masyarakat mengenai pemberian
vaksin imunisasi. Terlebih isu-isu yang beredar mengatakan bahwa vaksin palsu
tersebut sudah tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini tentunya
membuat khawatir, resah dan takut kepada masyarakat untuk memberikan anaknya
imunisasi. PT Bio Farma, selaku produsen vaksin resmi di Indonesia pun turut
angkat bicara mengenai maraknya isu yang beredar mengenai kasus vaksin palsu
yang tengah trend di masyarakat ini. PT Bio Farma sangat menjamin mengenai
kualitas vaksin yang didistribusikan untuk program imunisasi dasar di seluruh
wilayah Indonesia.
Kepala Divisi Corporate Secretary Bio Farma, M.
Rahman Rustan mengatakan bahwa vaksin yang diberikan secara gratis oleh
pemerintah tersebut memiliki kualitas internasional. “Diberikan secara gratis
oleh pemerintah bukan berarti tidak berkualitas. Produksi vaksin Bio Farma ini
telah diakui Badan Kesehatan Dunia
(WHO)” kata Rahman. Rahman pun menambahkan, dari sekitar 200 pabrik
vaksin di seluruh dunia, yang baru diakui oleh WHO hanya kurang dari 30 pabrik,
yang mana salah satunya adalah Indonesia. Bahkan menurut Rahman Indonesia saat
ini masih merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang kualitas
vaksinnya diakui oleh WHO.
![]() |
| Suntik Imunisasi pada Bayi |
Setelah memenuhi kewajiban program imunisasi
nasional, vaksin produksi dalam negeri ini pun telah diekspor ke 132 negara
karena sudah diakui oleh WHO. Rahman pun menambahkan Indonesia juga termasuk
dalam lima negara yang dominan menyuplai kebutuhan vaksin di negara-negara
laindi dunia. “Masalah kualitasnya jangan diragukan lagi karena sudah melalui
proses pengawasan yang sangat ketat, dari produksi sampai penyimpanan sudah
diawasi oleh BPOM hingga WHO” ucap Rahman.
Sementara itu menurut Menteri Kesehatan, Nila Farid
Moeloek, vaksin impor seringkali dipilih karena anggapan kualitas yang lebih
baik, yaitu salah satunya anggapan bahwa vaksin impor tidak memberikan efek
samping demam. Meski begitu, harga vaksin impor justru lebih mahal, selain itu vaksin
imporlah yang berpotensi untuk dipalsukan. “Biasanya didengungkan oleh
masyarakat, vaksin impor yang ini tidak demam, tidak sakit, seolah-olah
kualitas vaksin kita buruk. Sebenarnya tidak. Bio Farma mengimpor ke lebih 130
negara. Berarti pengakuan kualitas vaksin kita itu baik” ucap Nila.
Meski demikian, pemerintah tentunya tidak bisa
melarang pilihan masyarakat yang tetap ingin menggunakan vaksin impor.
Kementerian kesehatan punmenghimbau kepada fasilitas layanan kesehatan swasta
untuk menggunakan vaksin untuk imunisasi dasar dari Bio Farma dengan
distributor resmi. Masyarakat pun dihimbau untuk diminta tidak panik serta
tetap mengikuti program imunisasi nasional yang telah diberikan pemerintah
secara gratis.
Sumber: kompas.com

0 Response to "Ini Klarifikasi Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek Terkait Peredaran Vaksin Palsu di Indonesia"
Post a Comment