Kenalilah Tanda Bahaya Pada Kehamilan Sekarang Juga!

Kehamilan memang sesuatu yang sangat dinantikan oleh pasangan suami isteri. Namun sudah tahukah anda mengenai tanda bahaya yang dapat membahayakan pada masa kehamilan? Nah disini saya akan membahas apa saja tanda bahaya pada kehamilan agar dapat menjadi pengetahuan bagi para pasangan suami isteri terutama yang isterinya mengandung untuk dapat mengenali terlebih dahulu dan dapat mengatasinya secara dini. Berikut liputannya check it out (eng ing eng):
1.        Mual dan muntah berlebih (hiperemesis gravidarum)


Hiperemesis gravidarum ini dapat mengganggu pekerjaan sehari-hari si ibu dan dapat menyebabkan keadaan umum tubuh ibu hamil memburuk. Sebenarnya mual dan muntah ini merupakan tanda yang wajar pada saat kehamilan asalkan itu terjadi pada trimester pertama masa kehamilan. Namun apabila telah melalui trimester pertama tapi masih mual dan muntah barulah dinyatakan menderita hiperemesis gravidarum. Mual dan muntah berlebih ini apabila tidak ditangani secara dini maka dapat menyebabkan hilangnya cairan tubuh sang ibu (dehidrasi) dan kekurangan kadar mineral dalam tubuh karena banyak cairan yang keluar lewat muntahan. Di samping itu hiperemesis juga dapat mengakibatkan rusaknya organ hati dan robeknya selaput lender kerongkongan dan lambung (sindrom Mallory-Weiss) sehingga terjadi perdarahan pada saluran cerna. Jika tidak dirawat dan mendapatkan penanganan yang tepat maka dapat menyebabkan kekurang gizi yang tentunya membahayakan ibu dan janin yang sedang dikandungnya.

2.        Berat badan ibu hamil tidak naik
Selama masa kehamilan diharapkan ibu hamil mengalami peningkatan berat badan minimal 6kg. ini sebagai petunjuk adanya pertumbuhan janin. Tidak adanya kenaikan berat badan dapat menunjukkan kondisi gizi yang buruk pada ibu hamil dan menunjukkan adanya pertumbuhan janin yang terhambat.

3.        Kurang darah (anemia)
Anemia ini ditandai dengan lemah, letih, lesu, pucat, pusing (kadang berkunang-kunang) dan sering sakit-sakitan. Anemia ini merupakan salah satu penyebab utama kematian pada ibu hamil. Ibu hamil yang mmengalami anemia tidak dapat memenuhi kebutuhan tubuhnya dan si janin akan nutrisi serta oksigen yang dibawa di dalam darah sehingga dapat mengganggu proses pertumbuhan janin. Pada saat melahirkan pun wanita yang menderita anemia dapat mengalami syok hipovolemik karena kehilangan banyak darah dan bahkan dapat beresiko pada kematian.

4.        Pre eklamsi
Kenali-Tanda-Bahaya-Kehamilan-Sekarang-Juga!
Kenalilah Tanda Bahaya Pada Kehamilan
Gejala-gejala pre eklamsi diantaranya adalah nyeri pada kepala, tekanan darah tinggi, adanya protein dalam urine (proteinuria), gangguan penglihatan, dapat terjadi kejang atau bahkan koma. Ini biasanya terjadi pada usia kehamilan 20 minggu (akhir trimester 2 atau pada trimester 3) walaupun juga dapat dijumpai lebih awal. Pre eklamsi ini dapat diikuti eklamsi yang dapat berakibat fatal pada si ibu ataupun janin saat persalinan apabila tidak ditangani secara tepat.

5.        Gerakan janin berkurang atau tidak ada
Sejak usia kehamilan 20 minggu agar sebaiknya memantau pergerakan janin. Gerakan janin ini diharapkan dirasakan oleh sang ibu minimal 3x setiap jam. Jika ibu merasakan kurang dari itu maka menunjukkan bayi tidak aktif dan dianjurkan untuk berkonsultasi dengan bidan terdekat ataupun dokter.

6.        Perdarahan
Perdarahan dapat terjadi pada usia berapa pun dan bisa menjadi tanda bahaya yang mengancam baik pada ibu ataupun si janin yang dikandung. Perdarahan pada awal kehamilan dapat mengindikasikan keguguran. Perdarahan pada usia kehamilan 16-36 minggu dapat menunjukkan plasenta letak rendah dalam Rahim yang dapar menutup jalan lahir. Perdarahan pada akhir kehamilan dapat merupakan tanda plasenta yang belum lepas dari Rahim. Perdarahan yang hebat dan terus menerus setelah melahirkan dapat menyebabkan ibu kekurangan darah dan tanda bahaya dimana ibu bersalin harus mendapatkan pertolongan yang tepat dari bidan ataupun dokter.

7.        Ketuban Pecah Dini (KPD)
Ketuban Pecah Dini adalah keluarnya cairan ketuban dari (maaf) vagina setelah kehamilan berusia kurang lebih 22 minggu. Ketuban dinyatakan pecah dini apabila terjadi sebelum proses persalinan berlangsung. Apabila pada wanita hamil terjadi ketuban pecah dini ini maka harap segera diperiksakan ke dokter karena kondisi ini jika tidak ditangani secara dini maka dapat mempermudah terjadinya infeksi pada kandungan yang tentunya dapat membahayakan ibu ataupun pada janinnya.

8.        Demam tinggi
Demam tinggi ini dapat disebabkan karena adanya infeksi atau penyakit lain. Pada ibu hamil yang mengalami demam tinggi hendaknya agar segera memeriksakan diri ke dokter supaya mendapat penanganan yang tepat terhadap demamnya yang dialami. Apabila demam tinggi ini tidak teratasi secara dini maka dapat menyebabkan meningkatnya resiko terjadinya persalinan premature.


Sumber: inform-kesehatan.blogspot.com

Fahrinheit
Fahrinheit

"Seorang Mantri Keliling yang bekerja sebagai Blogger Paruh Waktu."

0 Response to "Kenalilah Tanda Bahaya Pada Kehamilan Sekarang Juga!"

Post a Comment