Kehamilan
memang sesuatu yang sangat dinantikan oleh pasangan suami isteri. Namun sudah
tahukah anda mengenai tanda bahaya yang dapat membahayakan pada masa kehamilan?
Nah disini saya akan membahas apa saja tanda bahaya pada kehamilan agar dapat
menjadi pengetahuan bagi para pasangan suami isteri terutama yang isterinya
mengandung untuk dapat mengenali terlebih dahulu dan dapat mengatasinya secara
dini. Berikut liputannya check it out (eng ing eng):
1.
Mual dan muntah
berlebih (hiperemesis gravidarum)
Hiperemesis gravidarum
ini dapat mengganggu pekerjaan sehari-hari si ibu dan dapat menyebabkan keadaan
umum tubuh ibu hamil memburuk. Sebenarnya mual dan muntah ini merupakan tanda
yang wajar pada saat kehamilan asalkan itu terjadi pada trimester pertama masa
kehamilan. Namun apabila telah melalui trimester pertama tapi masih mual dan
muntah barulah dinyatakan menderita hiperemesis gravidarum. Mual dan muntah
berlebih ini apabila tidak ditangani secara dini maka dapat menyebabkan
hilangnya cairan tubuh sang ibu (dehidrasi) dan kekurangan kadar mineral dalam
tubuh karena banyak cairan yang keluar lewat muntahan. Di samping itu hiperemesis
juga dapat mengakibatkan rusaknya organ hati dan robeknya selaput lender kerongkongan
dan lambung (sindrom Mallory-Weiss) sehingga terjadi perdarahan pada saluran
cerna. Jika tidak dirawat dan mendapatkan penanganan yang tepat maka dapat
menyebabkan kekurang gizi yang tentunya membahayakan ibu dan janin yang sedang
dikandungnya.
2.
Berat badan ibu
hamil tidak naik
Selama masa kehamilan
diharapkan ibu hamil mengalami peningkatan berat badan minimal 6kg. ini sebagai
petunjuk adanya pertumbuhan janin. Tidak adanya kenaikan berat badan dapat menunjukkan
kondisi gizi yang buruk pada ibu hamil dan menunjukkan adanya pertumbuhan janin
yang terhambat.
3.
Kurang darah
(anemia)
Anemia ini ditandai
dengan lemah, letih, lesu, pucat, pusing (kadang berkunang-kunang) dan sering
sakit-sakitan. Anemia ini merupakan salah satu penyebab utama kematian pada ibu
hamil. Ibu hamil yang mmengalami anemia tidak dapat memenuhi kebutuhan tubuhnya
dan si janin akan nutrisi serta oksigen yang dibawa di dalam darah sehingga
dapat mengganggu proses pertumbuhan janin. Pada saat melahirkan pun wanita yang
menderita anemia dapat mengalami syok hipovolemik karena kehilangan banyak
darah dan bahkan dapat beresiko pada kematian.
4.
Pre eklamsi
![]() |
| Kenalilah Tanda Bahaya Pada Kehamilan |
Gejala-gejala pre
eklamsi diantaranya adalah nyeri pada kepala, tekanan darah tinggi, adanya
protein dalam urine (proteinuria), gangguan penglihatan, dapat terjadi kejang
atau bahkan koma. Ini biasanya terjadi pada usia kehamilan 20 minggu (akhir
trimester 2 atau pada trimester 3) walaupun juga dapat dijumpai lebih awal. Pre
eklamsi ini dapat diikuti eklamsi yang dapat berakibat fatal pada si ibu
ataupun janin saat persalinan apabila tidak ditangani secara tepat.
5.
Gerakan janin
berkurang atau tidak ada
Sejak usia kehamilan 20
minggu agar sebaiknya memantau pergerakan janin. Gerakan janin ini diharapkan
dirasakan oleh sang ibu minimal 3x setiap jam. Jika ibu merasakan kurang dari
itu maka menunjukkan bayi tidak aktif dan dianjurkan untuk berkonsultasi dengan
bidan terdekat ataupun dokter.
6.
Perdarahan
Perdarahan dapat
terjadi pada usia berapa pun dan bisa menjadi tanda bahaya yang mengancam baik
pada ibu ataupun si janin yang dikandung. Perdarahan pada awal kehamilan dapat
mengindikasikan keguguran. Perdarahan pada usia kehamilan 16-36 minggu dapat
menunjukkan plasenta letak rendah dalam Rahim yang dapar menutup jalan lahir. Perdarahan
pada akhir kehamilan dapat merupakan tanda plasenta yang belum lepas dari Rahim.
Perdarahan yang hebat dan terus menerus setelah melahirkan dapat menyebabkan
ibu kekurangan darah dan tanda bahaya dimana ibu bersalin harus mendapatkan
pertolongan yang tepat dari bidan ataupun dokter.
7.
Ketuban Pecah
Dini (KPD)
Ketuban Pecah Dini
adalah keluarnya cairan ketuban dari (maaf) vagina setelah kehamilan berusia
kurang lebih 22 minggu. Ketuban dinyatakan pecah dini apabila terjadi sebelum
proses persalinan berlangsung. Apabila pada wanita hamil terjadi ketuban pecah
dini ini maka harap segera diperiksakan ke dokter karena kondisi ini jika tidak
ditangani secara dini maka dapat mempermudah terjadinya infeksi pada kandungan
yang tentunya dapat membahayakan ibu ataupun pada janinnya.
8.
Demam tinggi
Demam tinggi ini dapat
disebabkan karena adanya infeksi atau penyakit lain. Pada ibu hamil yang
mengalami demam tinggi hendaknya agar segera memeriksakan diri ke dokter supaya
mendapat penanganan yang tepat terhadap demamnya yang dialami. Apabila demam
tinggi ini tidak teratasi secara dini maka dapat menyebabkan meningkatnya
resiko terjadinya persalinan premature.
Sumber: inform-kesehatan.blogspot.com

0 Response to "Kenalilah Tanda Bahaya Pada Kehamilan Sekarang Juga!"
Post a Comment