Lulus Kuliah Bukanlah Sebuah Akhir (Curahan Hati Pengangguran Muda)

Hai. Long time no see, guys lama tidak ngeliat kalian dan berjumpa (emang nggak pernah ketemu ane yah ngeliat ane aja kagak pernah kan wkwk). Hawaya eperibadeh? (how are you, nanya kabar gitu maksudnya). Akhirnya ane bisa muncul kembali juga di blog setelah sekian lama ane berperang melawan negara api #ehh. Blog ini emang sekarang ane ganti urlnya dari http;//fahrinnizami.blogspot.com menjadi http://ontamedis.com. Nggak, nggak ada masalah apa-apa kokk Blog fahrinnizami.blogspot.com masih ada kokk cuman disitu spesial postingan ane tentang asuhan keperawatan dan berbagai macam tugas keperawatan lainnya. Nggak ada maksud khusus cuman supaya niche blog ane terlihat professional aja walaupun nyatanya juga masih amatiran (ngenes). Ohh iya back to topic awal kemaren ane emang lagi sibuk soalnya punya schedule padat, secara biasa orang sibuk gitu. Ane ngikutin filsafat yang mengatakan sibukkanlah dirimu buat ngehilangin kegalauan. Yaa ane emang sekarang lagi sibuk, sibuk ngegalau, Ane memang hebat.
Lulus Kuliah Bukanlah Sebuah Akhir (Curahan Hati Pengangguran Muda)
Susahnya Nyari Pekerjaan via career.com.ng

Alhamdulillah ane akhirnya bisa lulus kuliah tepat waktu (perlu kalian semua tahu) walaupun dengan predikat ipk menggantung yang akhirnya membuat ane sadar bahwa bukan cuma hubungan yang bisa digantung-gantung, tapi juga IPK guys. Menurut sebagian orang mungkin IPK ane cukup memuaskan, Tapi memang kayaknya udah kodrat ane sebagai insan yang nggak pernah puas sehingga rasa haus belum terpenuhi bila belum memenuhi dahaga IPK yang tinggi dan menjadi nomor 1. Astaghfirullah (ane sadar ini kesalahan ane sebagai mahasiswa yang jarang bersyukur).  Ane akhirnya berhasil lulus sempurna tepat 3 tahun (nggak kok nggak akselerasi sebab ane cuman diploma III makanya cuman 3 tahun) tanpa nambah ataupun kurang dengan tidak mengikuti program KB (Kuliah Berencana), yang dengan mottonya IPK 2 lebih baik.

Yahh usaha yang sangat berarti memang selama 3 tahun kuliah cuman demi menerima predikat Ahli Manipulasi Kasus #ehh. Ane emang dulu kuliah di salah satu kampus kesehatan ternama di kota ane. Seperti kampus kesehatan pada umumnya yang selalu disibukkan dengan laporan kasus, makalah-makalah, tugas kuliah dan lain sebagainya yang mungkin ini memancing bakat terpendam ane, yaitu memanipulasi kasus. Dan emang terbukti, laporan kasus ane (yang syukurnya) selalu tembus baik di dosen pembimbing maupun pembimbing lahan. Namun ibarat pepatah, sepandai-pandai tupai melompat, tetap nggak bisa berenang (apasi). Ya, pada akhirnya bakat ane akan tercium juga. Bakat ane pun akhirnya mulai tercium oleh sahabat-sahabat kampus ane yang akhirnya membuat sebagian dari mereka untuk mengikuti jejak ane (memanipulasi kasus) dan beberapanya berguru dengan ane, ane memang hebat. Sejak ketika itu ane mulai berpikir, mungkin ini passion ane, mungkin ane emang dijatuhkan dari langit sebagai pencari kitab suci penulis dan pengarang berbakat yang nanti terkenal dan bisa kaya raya atas karya goresan pena ane (dibangunin tidur sama emak).

Lulus dari bangku perkuliahan dan akhirnya memasuki dunia kerja. Aarrggghhh, ini mungkin yang bikin orang banyak ngegalau dan resah. Alasannya pada fase ini mungkin pertanyaan “udah dapat kerja belum?” terdengar lebih horror daripada pertanyaan “udah dapat gebetan belum?” (ngenes). Dan kalo ada orang yang bertanya kayak gini mungkin ane cuman mampu membisu, tersenyum dan mulai ngamuk. Ngamuk nggak ada gebetan? Bukan, tapi karena belum kunjung mendapatkan pekerjaan (walaupun kadang juga ngamuk karna nggak ada gebetan). Yaa emang gimana nggak stress coba? Setelah 3 tahun berjuang hingga titik lembar penghabisan kertas demi ngerjakan laporan, makalah-makalah, tugas, KTI dan akhirnya ngedapetin predikat kelulusan yang bisa dibilang tinggi, sekarang ane bisa apa? Ini sama kayak kita ngagumin cewek dan berjuang banget bertahun-tahun buat ngedapetin tu cewek akhirnya kita tau bahwa tu cewek artinya istri orang, ngenes, berasa usaha yang dilakuin selama ini sia-sia (dramatis). Apakah ijazah ane mampu menjamin buat dapat pekerjaan? Nyatanya setelah wisuda bermuculan banyak tanda tanya besar apa yang mampu ane lakuin. Hal ini justru berbanding lurus dengan tuntutan keluarga terutama orang tua yang menuntut anaknya cepat dapat pekerjaan layak. Olokan dan cacian-cacian yang mengatakan malu sama ijazah dan IPK tinggi kalo belum mendapat pekerjaan sesuai predikat. Belum lagi betapa menusuknya melihat status sosmed dan profil picture sahabat-sahabat seangkatan yang udah pada kerja duluan (I know what you feel vroh).

Emang mungkin disini ane baru sadar dan bersyukur bahwa lulusan yang baik bukanlah lulusan yang nilai IPK-nya tinggi tapi lulusan yang sudah siap sedia ketika ditanya “setelah wisuda bisa ngapain?”. Walaupun ane juga sadar bahwa lulusan yang nilai IPK-nya rendah belum mampu dikatakan lulusan yang baik (tepuk tangan buat ane karena ane bijak).

Ane yakin semua manusia di muka bumi ini punya jatah rezekinya masing. Orang yang sukses sekarang belum tentu sukses selamanya, dan orang yang nganggur sekarang siapa tahu nganggur selamanya #ehh. Yang terpenting menurut ane ialah bagaimana kita menemukan passion kita sendiri dan mencintai pekerjaan tersebut. Seperti salah satu kutipan yang pernah ane baca di buku yaitu “choose a job you love, and you will never have to work a day in your life” (ane juga nggak ngerti ini artinya apa).

Lulus kuliah memang bukanlah sebuah akhir, tapi merupakan awal yang baru. Sebab hidup ini merupakan perpindahan yang tentunya juga akan dipenuhi berbagai macam permasalahan kehidupan beraneka ragam. Yang mungkin dulunya kita sibuk sama tugas perkuliahan (sebab nggak mungkin sibuk sama pacar, ngenes) sekarang musti kudu sibuk sama nyari lamaran pekerjaan. Kita harus siap dalam menghadapi perpindahan hidup, kita harus pintar mengambil pesan tersirat dari kehidupan yang lama buat dijadikan pelajaran untuk perpindahan ke kehidupan yang baru, walaupun mungkin membutuhkan waktu dalam mencari solusinya, sebab tidak ada yang namanya instan, mie instan juga mesti direbus sebelum mampu dimakan. Sekarang saatnya buat ane (khususnya) dan para pengangguran sekalian (umumnya) bergerak buat menemukan passion kita sendiri dan menemukan solusi sempurna buat memecahkan problem ini. (Tulisan ini dibuat teruntuk pengangguran muda di seluruh Indonesia, Salam nganggur).

Update terbaru: 31/05/2016
Ane udah dapat pekerjaan guys, hari ini dipanggil buat melengkapi berkas. Katanya besok udah bisa kerja. Babay pengangguran. Semoga kalian semua ane doain cepet dapat kerjaan. Jangan betah-betah nganggur guys. Betah jomblo aja nggak enak apalagi betah nganggur, apalagi kalo lo udah jomblo, nganggur pula. Teruntuk semua pengangguran di muka bumi ini terutama pengangguran muda yang gelisah galau merana mencari pekerjaan setelah lulus kuliah, seperti yang ane bilang sebelumnya, bekerja tidak harus sesuai dengan apa yang kalian dapatkan selama kuliah tapi carilah pekerjaan yang anda cintai supaya anda tidak setengah-setengah dalam mengerjakannya. Carilah passion yang kalian sukai. Ingat kalau tidak bisa mendapatkan pekerjaan maka ciptakanlah pekerjaan itu sendiri! Untuk semua pengangguran di muka bumi ini, semangat sukses!!


Fahrinheit
Fahrinheit

"Seorang Mantri Keliling yang bekerja sebagai Blogger Paruh Waktu."

0 Response to "Lulus Kuliah Bukanlah Sebuah Akhir (Curahan Hati Pengangguran Muda)"

Post a Comment