Mengenal dan Bersahabat Lebih Dekat Penyakit Lupus di Hari Lupus Sedunia

Lupus Sedunia - Ontamedis, Pernah dengar kata Lupus? Oh lupus itu tokoh komik di era tahun 90an ? No! Lupus itu salah satu nama Penyakit

Mengenal Hari Lupus Sedunia
Hari Lupus Sedunia
Hari ini, tepat 10 Mei adalah Hari Lupus Sedunia (World Lupus Day). Namun, masih banyak orang yang tidak tahu penyakit Lupus. Padahal Lupus adalah sejenis penyakit yang kalau tidak tertangani dengan baik dapat menjadi fatal dan mengancam jiwa.

Pernah dengar kisah Dian Syarief yang hidup bersahabat dengan Lupus??? Kalau anda orang kesehatan pasti sudah tidak asing lagi. Dian Syarief adalah sosok wanita yang menderita lupus sejak tahun 1999. Beliau tak kenal lelah merawat harapan para "odapus" (sebutan penderita penyakit seribu wajah tersebut).

Mengapa disebut penyakit dengan seribu wajah? Karena gejalanya sama dengan gejala penyakit manapun pada umumnya. Bila penyakit ini menyerang organ jantung maka gejala penyakit akan seperti penyakit jantung"

Dian Syarief 'Pelangi'
Dian Syarief  adalah wanita kelahiran 21 Desember 1965 yang menderita penyakit lupus yang hingga kini secara medis belum ditemukan obatnya. Dari penampilan luarnya, nyaris tak ada yang ganjil pada sosok alumnus ITB itu. Wajahnya cantik, wawasannya luas, daya analisisnya tajam, dan nyaris tak pernah menunjukkan wajah murung.

Tapi, penglihatannya jauh berkurang, tinggal 5 persen. Sebab, saraf matanya terkena efek pengobatan, kendati bola matanya sebenarnya tak bermasalah. Dia hanya mampu menangkap semacam bayangan benda-benda di sekitarnya. ’’Kalau saya sekarang masih bisa beraktivitas, itu hanya karena dapat pinjaman umur dari Allah,’’ tutur Dian saat ditemui koran ini di rumahnya yang asri di Kompleks DDK, kawasan Dago, Bandung.

Sejak didiagnosis menderita lupus pada sembilan tahun lalu, hingga kini Dian telah 18 kali masuk ruang operasi. Mulai operasi kepala hingga pengangkatan rahim.

"Sangat melelahkan. Saya hampir putus asa,’’ ungkap mantan PR (public relation) manager Bank Bali. Din  juga harus merelakan mundur dari pekerjaannya yang terbilang sudah sangat mapan.
Di kalangan wartawan ekonomi dan perbankan, sosok Dian juga sudah lumayan familier. Jabatan sebagai PR manager Bank Bali saat itu membuat dirinya cukup intens berkomunikasi dengan para jurnalis. Apalagi di tengah hantaman krisis perbankan medio 1998–1999.

Karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit yang sangat mematikan ini, untungnya saat ini sudah ada komunitas lupus yang muncul di banyak kota-kota besar di Indonesia. Tentunya akan banyak manfaat yang bisa didapat dengan bermunculannya berbagai komunitas semacam ini.

Jika mau kita ulas banyak sekali kisah mengharukan dari Dian Syarief yang hidup bersahabat dengan Lupus. Melewati berbagai macam pemeriksaan, penyakit yang silih berganti di hadapi, operasi bahkan harus bergantungan dengan obat setiap hari nya.

Yuk kita review tentang Lupus itu sendiri

Lupus adalah penyakit autoimun, yakni sistem imun (kekebalan) di tubuh justru menyerang diri sendiri. Jadi, sistem imun atau kekebalan tubuh yang semestinya mampu membentengi diri dari kuman atau virus malah menyebabkan sakit bagi tubuh sang penderita.

Sistem kekebalan tubuh yang keliru menjadi menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Inflamasi akibat lupus dapat menyerang berbagai bagian tubuh, misalnya:  Kulit, Sendi, Sel darah, Paru-paru dan Jantung

Penyebab penyakit Lupus :
1. Pengaruh Genetika
2. Pengaruh Lingkungan

Selain faktor-faktor di atas, virus Epstein-Barr (EBV) juga dianggap berkaitan dengan SLE. Tetapi yang menjadi masalah adalah infeksi virus ini jarang menunjukkan gejala. Jika ada pun, gejalanya berupa penyakit demam kelenjar.

Pada umumnya, hanya diperlukan 4 gejala dibawah ini yang dialami secara bersamaan atau berdekatan untuk cukup menguatkan seseorang terkena serangan lupus. Adapun keempat ciri tersebut antara lain:

• Pembengkakan pada sendi, otot, jari tangan dan kaki disertai rasa nyeri atau panas.

• Demam pada suhu tubuh penderita. Umumnya suhu badan lebih tinggi 2 derajat dari suhu tubuh normal.

• Perasaan letih pada tubuh fisik yang disertai dengan menurunnya nafsu makan. Hal ini dapat berpengaruh secara langsung terhadap berat badan.

• Munculnya bercak – bercak ruam pada pipi kiri melintas hingga pipi kanan. Atau ruam bercak setelah tersengat sinar matahari.

Gejala Sekunder Penyakit Lupus Tipe SLE

• Kerontokan pada rambut pada lokasi yang tidak merata. Hal ini juga sering dialami oleh penderita lupus.

• Adanya pembengkakan pada areal sekitar mata.

• Sesak nafas dan nyeri dada. Terutama pada saat menarik nafas panjang. Pada saat kondisi demikian, jangan mencoba untuk memaksa menarik nafas panjang!

• Hipertensi. Adanya kenaikan darah pada penderita lupus yang kemudian dapat memicu radang pembuluh darah juga.

• Fenomena Raynaud yang mengurangi sirkulasi darah ke tangan, khususnya ketika cuaca dingin, menyebabkan tangan menjadi sakit, kaku dan kemerahan.

• Peradangan dan bengkak pada kalenjar tubuh yang diserang, seperti kalenjar limpa. Kalenjar limfa juga merupakan kalenjar utama yang berfungsi sebagai autoimun dalam menghajar penyakit yang berusaha mendekati sel tubuh manusia. Pada kasus penderita lupus, kalenjar limpa membengkak ketia sistem tengah ‘berperang’ melawan infeksi.

• Migrain, vertigo, atau gangguan kepala lainnya yang disebabkan oleh tekanan darah yang sedang mengalami gangguan.

• Terserang Stroke. Gangguan ini bisa menjadi serius ketika penyakit lupus menyerang sel pada otak secara tiba – tiba yang dapat memicu penyakit stroke pada penderita.
dan biasanya odapus (penderita lupus) akan menghindari hal-hal yang dapat membuat penyakitnya kambuh dengan :
1. Menghindari stress
2. Menjaga agar tidak langsung terkena sinar matahari
3. mengurangi beban kerja yang berlebihan
4. menghindari pemakaian obat tertentu

Dalam menghadapi penyakit kronis, apalagi yang penyebab maupun obatnya belum diketahui pasti, jalan terbaik bukanlah menjadikan Lupus sebagai musuh,

Namun sebaliknya menjadikan Lupus sebagai sahabat. Dengan demikian energi fisik maupun jiwa/psikis tidak akan terkuras habis, dapat tetap bersikap bijak dan rasional dan mampu menangkap hikmah di balik musibah sakit.

Jadi kata kuncinya adalah : BERSAHABATLAH DENGAN LUPUS

Sumber : Indonesia Health Center

Fahrinheit
Fahrinheit

"Seorang Mantri Keliling yang bekerja sebagai Blogger Paruh Waktu."

0 Response to "Mengenal dan Bersahabat Lebih Dekat Penyakit Lupus di Hari Lupus Sedunia"

Post a Comment