5 Orang Perawat Yang Menjadi Pelopor Keperawatan Di Dunia


Ontamedis.com - Secara sengaja atau tidak, sebagian besar orang mengaitkan dunia medis lebih ke Dokter daripada Perawat. Ini bisa menjadi kesalahan persepsi jika dilihat bahwa perawat memiliki tanggung jawab untuk menjalankan sebuah rumah sakit mungkin lebih besar daripada dokter

Sejarah yang kita tahu juga agak kurang fair – tidak banyak kredit diberikan kepada perawat di waktu lampau. Salah satu alasannya adalah  perawat dianggap sebagai pekerjaan yang dilakoni dari masyarakat kelas rendahan pada masa lalu dan juga dulu keperawatan bukanlah suatu karir yang diapresiasi oleh masyarakat.

Namun bagaimanapun waktu telah berubah, terutama ketika memasuki abad ke 19, karena pada saat-saat itu  perang dunia berkecamuk dan peran perawat mulai dilihat memiliki nilai lebih dan juga mulai diperhatikan

Ada jutaan perawat dari seluruh dunia sampai saat ini, dan merupakan figur yang sangat kuat yang mendedikasikan hidupnya untuk merawat  orang-orang.
Inilah para perawat yang namanya menjadi pelopor keperawatan dunia :

1. Anne Caroline Maxwell

Lahir pada 14 Maret 1851, dia mulai bekerja sebagai matron pada awal 1874, di New England Hospital. Namun, takdir memiliki rencana lain untuk hidupnya , kemudian dia pindah ke Amerika Serikat dan mulai mengikuti training school for nurse di Boston City Hospital.

Dia dengan cepat dipekerjakan setelah kelulusannya dari Massachusetts General Hospital’s Training School for Nurses di Boston sebagai superintendent/pengelola. Karirnya naik sangat cepat sehingga pada tahun 1889 dia menjadi direktur keperawatan di Rumah Sakit New York – The Presbyterian Hospital

Kamu mungkin bertanya apa tepatnya yang dilakukan Anne Maxwell yang membuatnya sangat penting. Well, dia mengambil peran yang sangat penting sepanjang perang Spanyol-Amerika, dia melatih 160 perawat untuk merawat para tentara perang di Georgia.

Bakatnya yang besar juga sangat berguna di perang dunia 1, sehingga dia mendapatkan  Medal Of Honor for Public Health dari pemerintah Prancis. Dia tetap melanjutkan pendidikan keperawatannya sampai tahun 1924. Pelayanannya terhadap dunia berakhir pada tahun 1929 dan dikebumikan dengan upacara pemakaman full militer yang merupakan penghargaan terhadapnya atas dedikasinya terhadap Dunia – yang merupakan upacara pemakan militer pertama untuk perempuan.

2. Virginia linch

Sepanjang waktunya, ada praktik umum dimana perawat bertanggungjawab untuk identifikasi, mengumpulkan dan menjaga barang bukti dari korban kriminal yang dibawa ke Rumah sakit. Sesuatu terfikirkan dalam benak Virginia,  membuatnya memutuskan bahwa dibutuhkan satu bidang disiplin ilmu yang mana menempatkan perawat menjadi satu bagian penting dalam  bidang hukum dan investigasi polisi.

Oleh karena itu, dia membuat beberapa kategori perawat yang akan menjadi bagian dari disiplin ilmu tersebut antara lain : perawat ruang gawat darurat, perawat yang menangani  kekerasan seksual, perawat yang menangani penyakit jiwa, dan perawat yang menangani  investigasi kematian dan konsultan hukum.

Dia juga membuat program gelar master yang berfokus pada Keperawatan forensik.

3. Florence Nightingale

Orangtua dari Florence pada awalnya sangat menentang keinginannya untuk mengikuti passionnya di karir keperawatan, tapi pada akhirnya mereka mengizinkannya untuk mengikuti passionnya  yang mana merupakan keputusan yang bijak.

Florence mengikuti training keperawatan selama 3 bulan di Jerman dan ketika di London dia mengambil posisi sebagai gentlewoman di Rumah Sakit.

Dia memulai training keperawatan ketika perang krimea dimulai dan setelah perang berakhir, dia mendirikan sekolah pelatihan keperawatan di Rumah Sakit di London.  Dia juga menguraikan semua macam teori keperawatan pada tahun 1860 yang membuatnya menjadi sangat  berpengaruh. Faktanya, beberapa praktik keperawatan di Rumah Sakit yang ada sekarang, dibuat olehnya.


4. Dorthea Dix

Dix karir dapat dikatakan sangat menarik. Dia adalah superintendent/pengawas di Union Army Nurses tapi ditinggalkannya karena pertentangan terjadi diantaranya dan dokter.

Meskipun pekerjaannya berarti sangat penting sepanjang perang, kebrilianannya justru lebih terlihat pada bidang kesehatan mental. Dia mengirimkan petisi untuk kongres dan  sekarang dikenal sebagai orang pertama yang menciptakan system kesehatan mental di Amerika Serikat.

5. Sharon Ann Lane

Dia merupakan seorang perawat yang ikut pada perang Vietnam dan berposisi sebagai letnan satu. Sayangnya, dia tewas karena serangan musuh. Bagaimanapun, dia dikenal sebagai symbol yang sangat kuat dari pengorbanan sehubungan dengan pengabdian semasa perang

Fahrinheit
Fahrinheit

"Seorang Mantri Keliling yang bekerja sebagai Blogger Paruh Waktu."

0 Response to "5 Orang Perawat Yang Menjadi Pelopor Keperawatan Di Dunia"

Post a Comment