Hmm,
sekarang ini sudah 8 Maret. Besok udah mau gerhana matahari aja yaa. Nggak mau
nyatain perasaannya biar jadian gitu biar ngerayain annivnya 33 tahun sekali?
(ppffftt pemikiran hemat anak kos jomblo ngenes). Ya, besok 9 Maret 2016 menurut
perkiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memang akan
terjadi peristiwa gerhana matahari total di sebagian wilayah Indonesia (semoga
nggak hujan ya bro). Saking hebohnya kejadian alam yang langka ini sampai
media-media pertelevisian bahkan media sosial pada ngebahas tentang gerhana
matahari total (sampai-sampai muncul nama julukan singkatan GMT). Sebenarnya ini
postingan dadakan gue si karena ide ini muncul secara tiba-tiba jadi yaa gue
tumpahkan saja semuanya dalam bentuk tulisan langsung malam ini juga. Karena kalau
besok mungkin ceritanya sudah basi yaa hehe.
Sebenarnya
gue cuman mau ngebahas hikmah dari peristiwa alam yang terjadi besok. Karena yang
telah kita ketahui alam juga memberikan pelajaran bagi kita jika kita bisa
mengambil dengan benar hikmahnya (disebut Ayat Kauniyah). Sebelum ngebahas
hikmah dari peristiwa gerhana matahari total ini mungkin sudah begitu banyaknya
mitos yang beredar di masyarakat mengenai peristiwa alam yang sangat langka
ini. Beberapa ada yang mengatakan bulan dan matahari ini dulunya merupakan
sepasang kekasih dan selalu bersama berdua. Mereka selalu beriringan berdua
kemanapun. Namun hal ini justru tentunya memberikan dampak kepada bumi karena
pada saat mereka bersama maka bumi akan menjadi gelap sehingga kehidupan di
bumi pun terancam hilang. Akhirnya merekapun dengan sangat terpaksa dipisahkan
menjadi dua sisi. Mereka saling mengejar dan saling mencari setiap harinya
untuk dapat bertemu sehingga terjadilah siang dan malam. Dari sekian banyak
waktu mereka saling mengejar hanya selang beberapa menit mereka dapat bertemu,
karena mereka pun sadar kalau mereka terlalu lama bersua mungkin akan
memberikan dampak yang buruk bagi kehidupan di bumi. Dan kejadian itupun
terjadi pada saat gerhana matahari, saat dimana bumi menjadi gelap karena
matahari dan bulan bertemu.
![]() |
| Gerhana Matahari |
Lalu
apa hikmah yang kita dapatkan dari cerita tersebut? Bayangkan saja betapa
susahnya menjalani hubungan seperti matahari dan bulan. Mungkin kalau zaman
sekarang hubungan mereka ini disebut LDR (Long Distance Relationship). 33 tahun
mereka terpisah dan hanya bertemu selang beberapa menit untuk bersua. Bukankah itu
waktu yang sangat sebentar untuk hanya sekedar melepas rindu? Sedangkan kita
manusia saja tidak bertemu beberapa minggu karena LDR mungkin sudah menyebabkan
banyak masalah dan berakhir pada putusan. Bayangkan mereka yang lama tidak
bertemu bahkan untuk bertemu pun hanya sebentar saja karena mereka tidak egois.
Mereka tidak memikirkan diri mereka sendiri. Mereka tidak ingin hubungan mereka
menjadi masalah ataupun beban bagi orang lain. Namun mereka masih tetap setia. Matahari
tidak pernah berpaling kepada siapapun. Begitu pun juga dengan bulan. Mereka tetap
berkomitmen untuk saling setia dan bertemu setiap 33 tahun sekali untuk saling
melepas rindu. Dan kita semua yang berada di bumi akan menjadi saksi betapa
indahnya cinta mereka. Kita menjadi saksi akan janji kesetiaan mereka untuk
saling bertemu sampai nanti tiba waktunya mereka terpisahkan dan apabila itu
terjadi mungkin dunia beserta seluruh isinya sudah kiamat. Satu hal yang perlu
kita pelajari dari kejadian gerhana matahari ini. Layaknya menjalani sebuah
hubungan (apalagi itu hubungan jarak jauh atau LDR), tetaplah komitmen untuk
saling setia sampai dengan maut memisahkan agar terjalin cinta yang indah. Karena
dengan cinta yang indah maka kita dapat memberikan kebahagian bukan hanya pada
diri kita, tapi juga pada orang lain yang akan menikmatinya.

0 Response to "Kisah Cinta LDR Matahari dan Bulan di Balik Peristiwa Gerhana Matahari Total #WonderfulEclipse"
Post a Comment