Sekarang
mungkin di Indonesia sedang diributkan oleh penyakit virus zika dan DBD (Demam
Berdarah Dengue). Dua penyakit ini memang sangat hampir mirip sehingga
kebanyakan medis salah dalam mendiagnosis penyakit ini dan dinyatakan sebagai
DBD. Nah disini saya akan membahas sedikit tentang virus zika ini sendiri agar
kita ketahui bersama dan apabila ada keluarga yang menderita tanda gejalanya
agar dapat segera ditangani karena penyakit ini cukup berbahaya apabila tidak
ditangani secara lebih lanjut.
![]() |
| Nyamuk Penyebab Penularan Zika via tabloidnova.com |
Virus
zika (ZIKV) merupakan sejenis virus dari keluarga flaviviridae yang ditularkan
melalui gigitan nyamuk Aedes Aegepty. Virus ini dapat menyebabkan sakit ringan
pada manusia sehingga sering dikenal sebagai demam zika atau penyakit zika. Seperti
yang disebutkan tadi bahwa penular utama dari virus zika ini sendiri adalah
nyamuk Aedes Aegepty. Dari jenisnya sendiri nyamuk Aedes Aegepty ini adalah
jenis nyamuk non nocturnal (nyamuk yang aktif di malam hari) dan nyamuk ini
sendiri dapat hidup di dalam bahkan di luar ruangan. Selain dari nyamuk, virus
zika ini juga bisa ditularkan oleh ibu hamil pada janinnya selama masa
kehamilan.
Virus
zika ini dapat didiagnosis dengan melalui PCR (Polymerase Chain Reaction) dan
isolasi virus dari sampel darah.Tanda dan gejala infeksi virus zika ini pun hamper
mirip dengan penyakit DBD diantaranya yaitu demam, munculnya petechie pada
kulit (bintik-bintik merah pada kulit), sakit kepala, nyeri otot dan sendi,
kelemahan dan terjadi peradangan pada kontungtiva (mata menjadi merah). Bahkan pada
beberapa kasus penyakit zika dilaporkan terjadi gangguan syaraf dan sampai
komplikasi autoimun. Gejala penyakit zika ini menyebabkan kesakitan tingkat
sedang dan berlangsung hingga 2-7 hari. Penyakit ini kerap sembuh dengan
sendirinya tanpa memerlukan pengobatan medis. Pada kondisi tubuh yang baik
penyakit ini dapat pulih dalam tempo
7-12 hari. Walaupun hingga saat ini angka kematian akibat penyakit zika ini
masih nol namun juga perlu penanganan lebih lanjut agar meminimalisir
terjadinya komplikasi penyakit lain pada penderita.
Hingga
saat ini masih belum ditemukan vaksin untuk mengobati penderita yang terjangkit
virus zika ini. Kita hanya dapat meminimalisir gejala serangan penyakit zika
ini saja agar kondisi penderita tidak
kian memburuk dan terjadi komplikasi penyakit lain. Oleh karena nyamuk dan
tempat perkembangbiakannya sangat menjadi faktor resiko yang signifikan untuk infeksi
virus zika ini sendiri maka pencegahan dan pengendalian virus zika ini
bergantung pada mengurangi nyamuk melalui pengurangan sumber tempat
perkembangbiakan nyamuk serta mengurangi kontak antara nyamuk dengan manusia. Apabila
tubuh kita terkena gejala penyakit zika maka segeralah menanganinya dengan
istirahat yang cukup dan memperbanyak minum air putih untuk mencegah tubuh
kekurangan cairan (dehidrasi) akibat demam. Selain itu kita juga bisa meminum
obat-obatan seperti acetaminophen dan paracetamol untuk mengurangi demam dan
sakit.
Baca juga;
Atasi Syaraf Tegang dengan Buah Kelengkeng
Cara Mengatasi Memar dengan Kulit Pisang

0 Response to "Waspada Penyakit Zika !!! Hampir Mirip dengan DBD"
Post a Comment