Waspada Penyakit Zika !!! Hampir Mirip dengan DBD

Sekarang mungkin di Indonesia sedang diributkan oleh penyakit virus zika dan DBD (Demam Berdarah Dengue). Dua penyakit ini memang sangat hampir mirip sehingga kebanyakan medis salah dalam mendiagnosis penyakit ini dan dinyatakan sebagai DBD. Nah disini saya akan membahas sedikit tentang virus zika ini sendiri agar kita ketahui bersama dan apabila ada keluarga yang menderita tanda gejalanya agar dapat segera ditangani karena penyakit ini cukup berbahaya apabila tidak ditangani secara lebih lanjut.
Waspada Penyakit Zika !!! Hampir Mirip dengan DBD
Nyamuk Penyebab Penularan Zika via tabloidnova.com

Virus zika (ZIKV) merupakan sejenis virus dari keluarga flaviviridae yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegepty. Virus ini dapat menyebabkan sakit ringan pada manusia sehingga sering dikenal sebagai demam zika atau penyakit zika. Seperti yang disebutkan tadi bahwa penular utama dari virus zika ini sendiri adalah nyamuk Aedes Aegepty. Dari jenisnya sendiri nyamuk Aedes Aegepty ini adalah jenis nyamuk non nocturnal (nyamuk yang aktif di malam hari) dan nyamuk ini sendiri dapat hidup di dalam bahkan di luar ruangan. Selain dari nyamuk, virus zika ini juga bisa ditularkan oleh ibu hamil pada janinnya selama masa kehamilan.

Virus zika ini dapat didiagnosis dengan melalui PCR (Polymerase Chain Reaction) dan isolasi virus dari sampel darah.Tanda dan gejala infeksi virus zika ini pun hamper mirip dengan penyakit DBD diantaranya yaitu demam, munculnya petechie pada kulit (bintik-bintik merah pada kulit), sakit kepala, nyeri otot dan sendi, kelemahan dan terjadi peradangan pada kontungtiva (mata menjadi merah). Bahkan pada beberapa kasus penyakit zika dilaporkan terjadi gangguan syaraf dan sampai komplikasi autoimun. Gejala penyakit zika ini menyebabkan kesakitan tingkat sedang dan berlangsung hingga 2-7 hari. Penyakit ini kerap sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan medis. Pada kondisi tubuh yang baik penyakit ini dapat pulih dalam  tempo 7-12 hari. Walaupun hingga saat ini angka kematian akibat penyakit zika ini masih nol namun juga perlu penanganan lebih lanjut agar meminimalisir terjadinya komplikasi penyakit lain pada penderita.


Hingga saat ini masih belum ditemukan vaksin untuk mengobati penderita yang terjangkit virus zika ini. Kita hanya dapat meminimalisir gejala serangan penyakit zika ini saja agar kondisi penderita  tidak kian memburuk dan terjadi komplikasi penyakit lain. Oleh karena nyamuk dan tempat perkembangbiakannya sangat menjadi faktor resiko yang signifikan untuk infeksi virus zika ini sendiri maka pencegahan dan pengendalian virus zika ini bergantung pada mengurangi nyamuk melalui pengurangan sumber tempat perkembangbiakan nyamuk serta mengurangi kontak antara nyamuk dengan manusia. Apabila tubuh kita terkena gejala penyakit zika maka segeralah menanganinya dengan istirahat yang cukup dan memperbanyak minum air putih untuk mencegah tubuh kekurangan cairan (dehidrasi) akibat demam. Selain itu kita juga bisa meminum obat-obatan seperti acetaminophen dan paracetamol untuk mengurangi demam dan sakit.


Baca juga;
Atasi Syaraf Tegang dengan Buah Kelengkeng
Cara Mengatasi Memar dengan Kulit Pisang

Fahrinheit
Fahrinheit

"Seorang Mantri Keliling yang bekerja sebagai Blogger Paruh Waktu."

0 Response to "Waspada Penyakit Zika !!! Hampir Mirip dengan DBD"

Post a Comment